Surah Asy-Syu`ara`

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ طسم ﴿١

[1] Thaa Siim Miim


تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ ﴿٢

[2] Inilah ayat-ayat Al IndonesianQuran yang menerangkan.


لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ ﴿٣

[3] Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman.


إِنْ نَشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِنَ السَّمَاءِ آيَةً فَظَلَّتْ أَعْنَاقُهُمْ لَهَا خَاضِعِينَ ﴿٤

[4] Jika kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya.


وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنَ الرَّحْمَٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُوا عَنْهُ مُعْرِضِينَ ﴿٥

[5] Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.


فَقَدْ كَذَّبُوا فَسَيَأْتِيهِمْ أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ ﴿٦

[6] Sungguh mereka telah mendustakan (Al IndonesianQuran), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.


أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الْأَرْضِ كَمْ أَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ ﴿٧

[7] Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?


إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ ﴿٨

[8] Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman.


وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ ﴿٩

[9] Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.


وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰ أَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴿١٠

[10] Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya): "Datangilah kaum yang zalim itu,


قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ ﴿١١

[11] (yaitu) kaum Fir´aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?"


قَالَ رَبِّ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُكَذِّبُونِ ﴿١٢

[12] Berkata Musa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku.


وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِي فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَارُونَ ﴿١٣

[13] Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah (Jibril) kepada Harun.


وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنْبٌ فَأَخَافُ أَنْ يَقْتُلُونِ ﴿١٤

[14] Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku".


قَالَ كَلَّا ۖ فَاذْهَبَا بِآيَاتِنَا ۖ إِنَّا مَعَكُمْ مُسْتَمِعُونَ ﴿١٥

[15] Allah berfirman: "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat; sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan),


فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَا إِنَّا رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٦

[16] Maka datanglah kamu berdua kepada Fir´aun dan katakanlah olehmu: "Sesungguhnya Kami adalah Rasul Tuhan semesta alam,


أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ ﴿١٧

[17] lepaskanlah Bani Israil (pergi) beserta kami".


قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ ﴿١٨

[18] Fir´aun menjawab: "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.


وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ ﴿١٩

[19] dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna.


قَالَ فَعَلْتُهَا إِذًا وَأَنَا مِنَ الضَّالِّينَ ﴿٢٠

[20] Berkata Musa: "Aku telah melakukannya, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf.


فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكْمًا وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُرْسَلِينَ ﴿٢١

[21] Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.


وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنْ عَبَّدْتَ بَنِي إِسْرَائِيلَ ﴿٢٢

[22] Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil".


قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَ ﴿٢٣

[23] Fir´aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?"


قَالَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ ﴿٢٤

[24] Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya".


قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُ أَلَا تَسْتَمِعُونَ ﴿٢٥

[25] Berkata Fir´aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidak mendengarkan?"


قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ ﴿٢٦

[26] Musa berkata (pula): "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu".


قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ الَّذِي أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ ﴿٢٧

[27] Fir´aun berkata: "Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila".


قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ ﴿٢٨

[28] Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal".


قَالَ لَئِنِ اتَّخَذْتَ إِلَٰهًا غَيْرِي لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُونِينَ ﴿٢٩

[29] Fir´aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan".


قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُبِينٍ ﴿٣٠

[30] Musa berkata: "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?"


قَالَ فَأْتِ بِهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ ﴿٣١

[31] Fir´aun berkata: "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar".


فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ ﴿٣٢

[32] Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.


وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ ﴿٣٣

[33] Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.


قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ ﴿٣٤

[34] Fir´aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,


يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ ﴿٣٥

[35] ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; maka karena itu apakah yang kamu anjurkan?"


قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَابْعَثْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ ﴿٣٦

[36] Mereka menjawab: "Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir),


يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍ ﴿٣٧

[37] niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu".


فَجُمِعَ السَّحَرَةُ لِمِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ ﴿٣٨

[38] Lalu dikumpulkan ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang maklum,


وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنْتُمْ مُجْتَمِعُونَ ﴿٣٩

[39] dan dikatakan kepada orang banyak: "Berkumpullah kamu sekalian.


لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ إِنْ كَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ ﴿٤٠

[40] semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang"


فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالُوا لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ ﴿٤١

[41] Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir´aun: "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"


قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًا لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ ﴿٤٢

[42] Fir´aun menjawab: "Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)".


قَالَ لَهُمْ مُوسَىٰ أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ ﴿٤٣

[43] Berkatalah Musa kepada mereka: "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan".


فَأَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ الْغَالِبُونَ ﴿٤٤

[44] Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata: "Demi kekuasaan Fir´aun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang".


فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ ﴿٤٥

[45] Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.


فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ ﴿٤٦

[46] Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah),


قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٤٧

[47] mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,


رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ ﴿٤٨

[48] (yaitu) Tuhan Musa dan Harun".


قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٤٩

[49] Fir´aun berkata: "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu; sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya".


قَالُوا لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ ﴿٥٠

[50] Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami; sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,


إِنَّا نَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَايَانَا أَنْ كُنَّا أَوَّلَ الْمُؤْمِنِينَ ﴿٥١

[51] sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".


وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ ﴿٥٢

[52] Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli".


فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ ﴿٥٣

[53] Kemudian Fir´aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota.


إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ ﴿٥٤

[54] (Fir´aun berkata): "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil,


وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَائِظُونَ ﴿٥٥

[55] dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,


وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ ﴿٥٦

[56] dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga".


فَأَخْرَجْنَاهُمْ مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ﴿٥٧

[57] Maka Kami keluarkan Fir´aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,


وَكُنُوزٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ ﴿٥٨

[58] dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia,


كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا بَنِي إِسْرَائِيلَ ﴿٥٩

[59] demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.


فَأَتْبَعُوهُمْ مُشْرِقِينَ ﴿٦٠

[60] Maka Fir´aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.


فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ ﴿٦١

[61] Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul".


قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ ﴿٦٢

[62] Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".


فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ ﴿٦٣

[63] Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.


وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ ﴿٦٤

[64] Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.


وَأَنْجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ ﴿٦٥

[65] Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.


ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ ﴿٦٦

[66] Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.


إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ ﴿٦٧

[67] Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.


وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ ﴿٦٨

[68] Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.


وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَاهِيمَ ﴿٦٩

[69] Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.


إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٧٠

[70] Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah?"


قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ ﴿٧١

[71] Mereka menjawab: "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya".


قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ ﴿٧٢

[72] Berkata Ibrahim: "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?,


أَوْ يَنْفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ ﴿٧٣

[73] atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?"


قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ ﴿٧٤

[74] Mereka menjawab: "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian".


قَالَ أَفَرَأَيْتُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ ﴿٧٥

[75] Ibrahim berkata: "Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,


أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ ﴿٧٦

[76] kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,


فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ ﴿٧٧

[77] karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,


الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ ﴿٧٨

[78] (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,


وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ ﴿٧٩

[79] dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,


وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ ﴿٨٠

[80] dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,


وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ ﴿٨١

[81] dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),


وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ ﴿٨٢

[82] dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat".


رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ ﴿٨٣

[83] (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,


وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ ﴿٨٤

[84] dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,


وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ ﴿٨٥

[85] dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,


وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ ﴿٨٦

[86] dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,


وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ﴿٨٧

[87] dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,


يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ﴿٨٨

[88] (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,


إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ﴿٨٩

[89] kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,


وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٩٠

[90] dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa,


وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ ﴿٩١

[91] dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat",


وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ ﴿٩٢

[92] dan dikatakan kepada mereka: "Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya)


مِنْ دُونِ اللَّهِ هَلْ يَنْصُرُونَكُمْ أَوْ يَنْتَصِرُونَ ﴿٩٣

[93] selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"


فَكُبْكِبُوا فِيهَا هُمْ وَالْغَاوُونَ ﴿٩٤

[94] Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,


وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ ﴿٩٥

[95] dan bala tentara iblis semuanya.


قَالُوا وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ ﴿٩٦

[96] Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka:


تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ﴿٩٧

[97] "demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,


إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٩٨

[98] karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam".


وَمَا أَضَلَّنَا إِلَّا الْمُجْرِمُونَ ﴿٩٩

[99] Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa.


فَمَا لَنَا مِنْ شَافِعِينَ ﴿١٠٠

[100] Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa´at seorangpun,


وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ ﴿١٠١

[101] dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,


فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ﴿١٠٢

[102] maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman".


إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ ﴿١٠٣

[103] Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.


وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ ﴿١٠٤

[104] Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.


كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ ﴿١٠٥

[105] Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.


إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٠٦

[106] Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?


إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ﴿١٠٧

[107] Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,


فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٠٨

[108] maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.


وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٠٩

[109] Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.


فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١١٠

[110] Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku".


قَالُوا أَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْأَرْذَلُونَ ﴿١١١

[111] Mereka berkata: "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?".


قَالَ وَمَا عِلْمِي بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١١٢

[112] Nuh menjawab: "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?


إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّي ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ ﴿١١٣

[113] Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari.


وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الْمُؤْمِنِينَ ﴿١١٤

[114] Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.


إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ ﴿١١٥

[115] Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan".


قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا نُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمَرْجُومِينَ ﴿١١٦

[116] Mereka berkata: "Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nuh, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam".


قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِي كَذَّبُونِ ﴿١١٧

[117] Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku;


فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَنَجِّنِي وَمَنْ مَعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ﴿١١٨

[118] maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku".


فَأَنْجَيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ ﴿١١٩

[119] Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan.


ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبَاقِينَ ﴿١٢٠

[120] Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.


إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ ﴿١٢١

[121] Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.


وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ ﴿١٢٢

[122] Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.


كَذَّبَتْ عَادٌ الْمُرْسَلِينَ ﴿١٢٣

[123] Kaum ´Aad telah mendustakan para rasul.


إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٢٤

[124] Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?


إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ﴿١٢٥

[125] Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,


فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٢٦

[126] maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.


وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٢٧

[127] Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.


أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ آيَةً تَعْبَثُونَ ﴿١٢٨

[128] Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main,


وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ ﴿١٢٩

[129] dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)?


وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ ﴿١٣٠

[130] Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.


فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٣١

[131] Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.


وَاتَّقُوا الَّذِي أَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُونَ ﴿١٣٢

[132] Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.


أَمَدَّكُمْ بِأَنْعَامٍ وَبَنِينَ ﴿١٣٣

[133] Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak,


وَجَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ﴿١٣٤

[134] dan kebun-kebun dan mata air,


إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ ﴿١٣٥

[135] sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar".


قَالُوا سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُنْ مِنَ الْوَاعِظِينَ ﴿١٣٦

[136] Mereka menjawab: "Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasehat atau tidak memberi nasehat,


إِنْ هَٰذَا إِلَّا خُلُقُ الْأَوَّلِينَ ﴿١٣٧

[137] (agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu.


وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ ﴿١٣٨

[138] dan kami sekali-kali tidak akan di "azab".


فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَاهُمْ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ ﴿١٣٩

[139] Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.


وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ ﴿١٤٠

[140] Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.


كَذَّبَتْ ثَمُودُ الْمُرْسَلِينَ ﴿١٤١

[141] Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul.


إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٤٢

[142] Ketika saudara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?


إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ﴿١٤٣

[143] Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,


فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٤٤

[144] maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.


وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٤٥

[145] Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.


أَتُتْرَكُونَ فِي مَا هَاهُنَا آمِنِينَ ﴿١٤٦

[146] Adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman,


فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ﴿١٤٧

[147] di dalam kebun-kebun serta mata air,


وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ ﴿١٤٨

[148] dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut.


وَتَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا فَارِهِينَ ﴿١٤٩

[149] Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin;


فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٥٠

[150] maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;


وَلَا تُطِيعُوا أَمْرَ الْمُسْرِفِينَ ﴿١٥١

[151] dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas,


الَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ ﴿١٥٢

[152] yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan".


قَالُوا إِنَّمَا أَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ ﴿١٥٣

[153] Mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir;


مَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا فَأْتِ بِآيَةٍ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ ﴿١٥٤

[154] Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar".


قَالَ هَٰذِهِ نَاقَةٌ لَهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَعْلُومٍ ﴿١٥٥

[155] Shaleh menjawab: "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu.


وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍ ﴿١٥٦

[156] Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar".


فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُوا نَادِمِينَ ﴿١٥٧

[157] Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal,


فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ ﴿١٥٨

[158] maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.


وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ ﴿١٥٩

[159] Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.


كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ ﴿١٦٠

[160] Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul,


إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٦١

[161] ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak bertakwa?"


إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ﴿١٦٢

[162] Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,


فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٦٣

[163] maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.


وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٦٤

[164] Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.


أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ ﴿١٦٥

[165] Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,


وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ ﴿١٦٦

[166] dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas".


قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا لُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِينَ ﴿١٦٧

[167] Mereka menjawab: "Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir"


قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُمْ مِنَ الْقَالِينَ ﴿١٦٨

[168] Luth berkata: "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu".


رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ ﴿١٦٩

[169] (Luth berdoa): "Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan".


فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ أَجْمَعِينَ ﴿١٧٠

[170] Lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua,


إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ ﴿١٧١

[171] kecuali seorang perempuan tua (isterinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal.


ثُمَّ دَمَّرْنَا الْآخَرِينَ ﴿١٧٢

[172] Kemudian Kami binasakan yang lain.


وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ ﴿١٧٣

[173] Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.


إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ ﴿١٧٤

[174] Sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.


وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ ﴿١٧٥

[175] Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.


كَذَّبَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ الْمُرْسَلِينَ ﴿١٧٦

[176] Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul;


إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٧٧

[177] ketika Syu´aib berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?,


إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ﴿١٧٨

[178] Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.


فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿١٧٩

[179] maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;


وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٨٠

[180] dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.


أَوْفُوا الْكَيْلَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُخْسِرِينَ ﴿١٨١

[181] Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan;


وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ ﴿١٨٢

[182] dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.


وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ ﴿١٨٣

[183] Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;


وَاتَّقُوا الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْأَوَّلِينَ ﴿١٨٤

[184] dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu".


قَالُوا إِنَّمَا أَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ ﴿١٨٥

[185] Mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir,


وَمَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَإِنْ نَظُنُّكَ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ ﴿١٨٦

[186] dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta.


فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ ﴿١٨٧

[187] Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.


قَالَ رَبِّي أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿١٨٨

[188] Syu´aib berkata: "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan".


فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ ﴿١٨٩

[189] Kemudian mereka mendustakan Syu´aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.


إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ ﴿١٩٠

[190] Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.


وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ ﴿١٩١

[191] Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.


وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٩٢

[192] Dan sesungguhnya Al IndonesianQuran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,


نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ ﴿١٩٣

[193] dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),


عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ ﴿١٩٤

[194] ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,


بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ ﴿١٩٥

[195] dengan bahasa Arab yang jelas.


وَإِنَّهُ لَفِي زُبُرِ الْأَوَّلِينَ ﴿١٩٦

[196] Dan sesungguhnya Al IndonesianQuran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu.


أَوَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ آيَةً أَنْ يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ ﴿١٩٧

[197] Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?


وَلَوْ نَزَّلْنَاهُ عَلَىٰ بَعْضِ الْأَعْجَمِينَ ﴿١٩٨

[198] Dan kalau Al IndonesianQuran itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab,


فَقَرَأَهُ عَلَيْهِمْ مَا كَانُوا بِهِ مُؤْمِنِينَ ﴿١٩٩

[199] lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir; niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya.


كَذَٰلِكَ سَلَكْنَاهُ فِي قُلُوبِ الْمُجْرِمِينَ ﴿٢٠٠

[200] Demikianlah Kami masukkan Al IndonesianQuran ke dalam hati orang-orang yang durhaka.


لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ ﴿٢٠١

[201] Mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih,


فَيَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ﴿٢٠٢

[202] maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya,


فَيَقُولُوا هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُونَ ﴿٢٠٣

[203] lalu mereka berkata: "Apakah kami dapat diberi tangguh?"


أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ ﴿٢٠٤

[204] Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami?


أَفَرَأَيْتَ إِنْ مَتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ ﴿٢٠٥

[205] Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun,


ثُمَّ جَاءَهُمْ مَا كَانُوا يُوعَدُونَ ﴿٢٠٦

[206] Kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka,


مَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يُمَتَّعُونَ ﴿٢٠٧

[207] niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.


وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنْذِرُونَ ﴿٢٠٨

[208] Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan;


ذِكْرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَالِمِينَ ﴿٢٠٩

[209] untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim.


وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُ ﴿٢١٠

[210] Dan Al IndonesianQuran itu bukanlah dibawa turun oleh syaitan-syaitan.


وَمَا يَنْبَغِي لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ ﴿٢١١

[211] Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al IndonesianQuran itu, dan merekapun tidak akan kuasa.


إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ ﴿٢١٢

[212] Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al IndonesianQuran itu.


فَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ ﴿٢١٣

[213] Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab.


وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ ﴿٢١٤

[214] Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,


وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ﴿٢١٥

[215] dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.


فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ ﴿٢١٦

[216] Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan";


وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ ﴿٢١٧

[217] Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,


الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ ﴿٢١٨

[218] Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang),


وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ ﴿٢١٩

[219] dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.


إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿٢٢٠

[220] Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ ﴿٢٢١

[221] Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun?


تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ ﴿٢٢٢

[222] Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,


يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ ﴿٢٢٣

[223] mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.


وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ ﴿٢٢٤

[224] Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.


أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِي كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَ ﴿٢٢٥

[225] Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah,


وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ ﴿٢٢٦

[226] dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?


إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانْتَصَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۗ وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ ﴿٢٢٧

[227] kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.